video

Loading...

Senin, 09 Januari 2012

Panduan Up Grade Performa Kawasaki Ninja 150 R, Harus Menyeluruh



Meningkatkan performa mesin 2 langkah memang terkenal cukup simpel, karena komponen yang digunakan pada mesin itu lebih sedikit dibanding dapur pacu 4 stroke. “Memang ada beberapa komponen peningkat performa, tetapi hal lain biasanya dilakukan dengan korekan dari mekaniknya,” ungkap Tommy Bramudia dari Ngayun Speed di Jl. Panjang, Jakbar.

Dari struktur dan cara kerjanya, mesin dua langkah memang lebih irit komponen dan langkah kerjanya pun lebih singkat dibandingkan mesin 4-Tak.

Tak heran komponennya jadi lebih irit. Tapi pada mesin dua tak ini, beberapa peranti juga perlu diubah. Terutama pada blok mesinnya.

Misal kepala silinder, kubahnya diubah demi meningkatkan kompresi. “Bisa dilakukan dengan cara korek,” urai Tommy. Sementara pada blok silinder, bisa dilakukan porting dan polish, itu pun dilakukan oleh mekanik di bengkel.

Nah ada lagi parts untuk meningkatkan performa pada bagian ini. Katup buluh alias reed valve bisa diganti dengan bahan lebih kuat, agar pasokan bahan bakar lebih lancar dan kompresi di ruang bakar pun lebih baik, karena katup bisa bekerja cepat sesuai naik-turunnya piston. “Misal pakai VForce berbahan serat karbon,” ungkap lelaki berambut pendek itu.
Panduan Jetting Karburator Kawasaki Ninja 150
Ibarat jantung pada manusia, karburator jadi organ penting dalam mesin motor. ‘Sakit’ sedikit, bisa pengaruhi ‘badan’ secara keseluruhan. Begitu pun di Kawasaki Ninja 150 ini, settingan karbu, dalam hal ini spuyer, kerap berhubungan sama komponen-komponen lain di mesin. Tentu hasil utama yang diraih, performa yang baik.

Agar performa Ninja kesayangan tetap baik, bahkan bisa meningkat tentu perlu penyetelan yang sesuai. Gerbangnya, tentu kebutuhan dari penunggangnya sendiri. Akan digunakan sehari-hari, atau di ajang pacu.
Selain kondisi karburator yang tetap bersih, ada lagi yang perlu diperhatikan..


Putaran angin diperbesar seperempat putaran untuk Spuyer, diatur sesuai kebutuhan mesin satu step naik


“Penyetelan karbu ini mesti dilakukan saat sudah mengetahui kondisi-kondisi lain di mesin, serta tujuannya,” ungkap Andri Irwan, dari bengkel Chemonx di kawasan Assirot, Kebayoran Lama, Jakbar.

Maksudnya, penyetelan pada spuyer mesti disesuaikan sama kondisi mesin yang ada. Apakah sudah diporting/polished, atau ubah kompresi, atau malah masih kondisi standar. Peruntukannya pun demikian, apakah sekadar agar enak digunakan sehari-hari atau sudah untuk kebutuhan lain.

Hal ini diamini Tommy Bramudia dari Ngayun Speed di Kelapa Dua, Jakbar. “Tergantung kebutuhannya, apakah untuk sekadar ubahan agar jadi enak dipakai sehari-hari ada setelannya sendiri,” ujarnya.

Seperti ketika hanya mengandalkan kondisi motor standar dengan karbu standar, tetapi sudah mengganti knalpot. “Cukup menaikkan spuyer pilot jet dari 22,5 jadi 25, lantas setelan anginnya disetel lagi,” tuturnya. Setelan angin ini, misal standarnya dari kondisi tertutup lantas dibuka 1,5 putaran, menjadi satu tiga perempat putaran.
Chemonx pun menyarankan demikian, “Bisa saja jika sesuai kebutuhan mesin dari 22,5 hingga 27,5,” katanya soal karburator standar, Mikuni 28 itu.

Memangnya gejala apa sih kalau settingan spuyer tidak pas? Tentunya tarikan akan terasa tidak enak, seperti mesin meraung terlalu cepat, seperti dikatakan Tommy. “Di putaran atas bisa macet, piston pun bisa pecah!” serunya. Berbahaya, bukan?

Nah, jika mau kondisi lebih enak lagi, tentu tak lagi andalkan karbu standar. Baik Tommy maupun Chemonx menyarankan ganti karbu ukuran lebih besar lagi. “Misal PWM 38 dan PWK 28,” jelas Chemonx.

Untuk karbu besar ini, tentu perlu perlakuan berbeda pada mesinnya. “Tak sekadar porting polished, tetapi sudah mengubah intake manifold, serta coakan pada lubang masuknya, lubang transfer pun sudah pasti diperhalus,” katanya.
Maklum suplai bahan bakar yang melimpah akan mubazir jika terhambat pada jalur-jalur bahan bakar itu. Jadi, settingan pada karbu yang dilego Rp 2,5 jutaan itu pun disesuaikan pula dengan kondisi mesinnya. “Umumnya pakai pilot jet 52 hingga 55 dengan main jet 168,” lanjutnya.

Sementara, jika ingin karakter di bawahnya, seperti biasa disebut korek harian, dengan mengandalkan knalpot racing, porting polished serta penghalusan lubang transfer, bisa pakai karbu PWK 28.

“Karbu PWK 28 ini banyak dipakai pengguna Ninja 150 RR,” ujar Chemonx. Sebab, menurutnya skep karbu RR itu tidak krom, sehingga penyakitnya karbu seret. Jadi, sekalian dapat performa lebih baik, karbu standar Mikuni 28 itu ditukar PWK 28 yang berharga Rp 1,75 jutaan.

Settingan spuyernya pilot jet mulai 48 hingga 50 sementara main jet tak kerap diubah, tetap 152. “Settingan ini pun tentu sangat berhubungan sama kondisi lainnya,” ujarnya kemudian. Jadi bisa dilihat dari derajat pengapian juga, kondisi busi dan lainnya. Jika terasa kurang pas, bisa saja pengapian dimajukan lagi.

Intinya, penyetelan spuyer ini sungguh bergantung pada kebutuhan dan kondisi mesin. “Malah mesin sama-sama standar pun bisa jadi setelannya berbeda, tergantung ‘permintaan’ mesin,” ulas Tommy. Hal serupa dikatakan Andri Irwan alias Chemonx.

5 komentar:

  1. halo ninjager

    aku mau tanya
    bagai mna cara mengatasi karburator kalo banjir truss<banjirnya bukan dari saluran buang<melainkan langsung masuk ke saringan hawwaa

    pada ninja 250 cc{warior}
    mohon solusi

    BalasHapus
  2. Gan kalo pake Pwk 28 mikuni mesin standar ktnya ngerusak boring bener gk gan ?

    BalasHapus
  3. Sebelumnya maaf kalau saya pengen curhat sedikit....
    Saya mau nanya buat para master roda 2 yang terhormat,
    Saya beli karburator PWL 28 ori punya ninja yang skepnya di lapis teflon (beli di dealer resmi kawasaki) Harga Rp. 1.200.000 yang saya pake buat Honda mega pro tahun 2005 tapi sudah jadi 200cc CDI racing dan Koil Racing (Merk BRT) dan busi masih standard, awal dipake karbunya tidak ada masalah tetapi setelah dipakai 1 bulan timbul masalah yaitu saat malam atau cuaca dingin gas lambat turun dan terkadang RPM naik dengan sendirinya (masalah ini cuman muncul saat malam atau siang hari saat cuaca dingin karena hujan tetapi kalau cuaca panas tidak ada masalah walau gas di betot full untuk kenceng2 an) kemudian saat malam saya stel karbu menjadi basah masalah akan hilang hanya saja stelan basah tidak nyaman buat berkendara karena suara yang nembak2 dan naik motor serasa naik kuda terus menurut saya itu bukan solusi kalau harus stel kering untuk siang dan stel basah untuk malam.
    Saya sudah cek skep tidak ada masalah masih mulus tanpa beret.. coba gonta ganti manipol punya tiger sama scorpio tapi tetep aja penyakitnya gk hilang, gonta ganti pilot jet main jet dari mulai yang kecil sampe besar juga penyakitnya belum hilang, saya lubangi skep dan nambah per juga penyakit masih ada, menutup lubang choke juga penyakit masih belum sembuh.
    Kemudian saya juga sempet terfikir namun belum saya aplikasikan yaitu menarik kawat dari mesin yang tujuan saya mengalirkan panas dari mesin ke karbu (karena saat malam karbu terasa dingin dan terkadang sampai berembun)

    Saya mohon bantuan dari para master kalau saja ada yang pernah mengalami masalah seperti saya dan tolong berbagi informasi...
    sementara karbu tidak saya pake karena belum ketemu cara memperbaikinya...
    maaf kalau tulisan saya terlalu panjang

    BalasHapus
  4. Maaf saya mau tanya.. jika viber pada valve di buka komponen yang seperti plastik akan mengakibatkan apa ?

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus